Senin, 14 Januari 2013

Asal usul kehidupan




DILEMA SISWA SEKOLAH




Peter merasa gelisah dan tidak bisa duduk tenang. Ibu guru yang ia hormati baru selesai

menerangkan bagaimana Charles Darwin dan teori evolusinya telah memajukan ilmu

pengetahuan dan membebaskan manusia dari takhayul. Sekarang, ia mengundang

para siswa menyatakan pendapat.

Peter pun menghadapi dilema. Orang tuanya mengajarkan bahwa Allah-lah yang

menciptakan bumi dan semua kehidupan di atasnya. Menurut mereka, kisah penciptaan

dalam Alkitab dapat dipercaya sedangkan evolusi hanyalah teori—yang tidak didukung

oleh bukti-bukti. Guru maupun orang tua Peter sama-sama berniat baik. Tetapi,

siapa yang harus Peter percayai?





DILEMA SISWA SEKOLAH



3




Apa yang dinyatakan banyak ilmuwan?



Banyak




evolusionis akan memberi tahu Anda

bahwa miliaran tahun yang lalu, kehidupan

bermula di tepi sebuah kolam purba atau

jauh di dalam samudra. Menurut mereka,

di lokasi semacam itu zat-zat kimia dengan

sendirinya menyatu menjadi struktur seperti

busa, membentuk molekul kompleks, dan

mulai bereplikasi. Mereka yakin bahwa semua

kehidupan di bumi bermula secara kebetulan

dari satu atau beberapa sel awal yang

”sederhana” ini.

Beberapa ilmuwan terkemuka lain yang

juga mendukung evolusi tidak sependapat.

Mereka berspekulasi bahwa sel-sel pertama

atau setidaknya komponen-komponen utamanya

berasal dari ruang angkasa.Mengapa?

Karena, meskipun sudah berupaya sebisa-bisanya,

para ilmuwan belum sanggup membuktikan

bahwa kehidupan bisa muncul dari

molekul-molekul yang tidak bernyawa. Pada

2008, Profesor Biologi Alexandre Meinesz

menyoroti dilema tersebut. Ia menyatakan

bahwa selama 50 tahun terakhir, ”tidak ada




1




BAGAIMANA KEHIDUPAN BERMULA?




Sewaktu masih kecil, pernahkah Anda mengagetkan orang tua Anda dengan pertanyaan,

”Dari mana datangnya bayi?” Apa jawaban mereka? Bergantung pada usia Anda dan

kepribadian mereka, orang tua Anda mungkin mengabaikan saja pertanyaan itu atau

menjawab sekadarnya dengan kikuk. Atau, mungkin mereka mengarang-ngarang cerita

yang belakangan Anda tahu tidak benar. Tentu saja, agar seorang anak benar-benar siap

menyongsong kedewasaan dan perkawinan, ia perlu belajar tentang keajaiban reproduksi

seksual.

Sebagaimana banyak orang tua canggung membahas dari mana datangnya bayi,

beberapa ilmuwan tampaknya enggan membahas pertanyaan yang lebih mendasar lagi

—Dari mana datangnya kehidupan? Jawaban yang berdasar dan masuk akal bisa sangat

memengaruhi cara pandang seseorang tentang kehidupan. Jadi, bagaimana kehidupan

bermula?




Sel telur manusia yang dibuahi,

sekitar 800 kali ukuran aslinya




4


ASAL MULA KEHIDUPAN




bukti empiris yang mendukung hipotesis bahwa

kehidupan muncul dengan sendirinya di

Bumi semata-mata dari sup molekul, dan tidak

ada kemajuan signifikan di bidang ilmu

pengetahuan yang mengarah ke sana”.


1




Apa yang tersingkap dari bukti-bukti?



Jawaban




atas pertanyaan: Dari mana datangnya

bayi? sudah terdokumentasi dan tidak diperdebatkan

lagi. Kehidupan selalu berasal

dari kehidupan yang sudah ada. Tetapi, jika

kita mundur jauh ke zaman purba, mungkinkah

ada saatnya hukum yang fundamental

ini tidak berlaku? Dapatkah kehidupan muncul

dengan sendirinya dari zat-zat kimia yang

tidak bernyawa? Seberapa besarkah peluang

terjadinya hal itu?

Para peneliti telah mengetahui bahwa agar

sebuah sel bertahan hidup, sedikitnya

tiga jenis molekul kompleks harus bekerja

sama—DNA (asam deoksiribonukleat), RNA

(asam ribonukleat), dan protein. Dewasa

ini, hampir tidak ada ilmuwan yang menyatakan

bahwa sebuah sel hidup yang lengkap

tiba-tiba terbentuk secara kebetulan dari

campuran zat-zat kimia yang tidak bernyawa.

Namun, seberapa besarkah peluang terbentuknya

RNA atau protein secara

kebetulan?

Banyak ilmuwan merasa bahwa kehidupan

bisa muncul secara kebetulan karena sebuah

eksperimen yang pertama kali dilakukan

pada 1953. Kala itu, Stanley L. Miller

dapat membuat beberapa asam amino, yakni

zat kimia pembentuk protein, dengan melepaskan

kilatan listrik ke campuran gas yang

diyakini mirip dengan atmosfer bumi primitif.

Sejak itu, asam amino juga telah ditemukan

dalam meteorit. Apakah temuan ini

mengartikan bahwa semua bahan dasar kehidupan

dapat dengan mudah terbentuk secara

kebetulan?

”Beberapa penulis,” kata Robert Shapiro,

profesor emeritus bidang kimia di New York

University, ”mengira bahwa


semua bahan dasar




kehidupan bisa dibuat dengan mudah dalam

eksperimen seperti yang Miller lakukan






Peluang terbentuknya DNA secara kebetulan akan dibahas




dalam bagian 3, ”Dari Mana Datangnya Instruksi Itu?”




dan juga terdapat dalam meteorit. Kenyataannya

tidak demikian.”


2




Perhatikan molekul RNA. Molekul ini terdiri

dari molekul-molekul yang lebih kecil

yang disebut nukleotida. Nukleotida adalah

molekul yang berbeda dengan asam amino

dan hanya sedikit lebih kompleks. Shapiro

mengatakan bahwa ”belum ada nukleotida

jenis apa pun yang dihasilkan dari eksperimen

kilatan listrik atau yang ditemukan dalam

penelitian meteorit”.


3 Ia selanjutnya menyatakan




bahwa peluang terbentuknya secara

acak sebuah molekul RNA yang bisa mereplikasi

diri dari sekumpulan zat kimia bahan dasar

kehidupan ”sedemikian kecilnya sehingga

kalau pun itu sampai terjadi bahkan sekali

saja di mana pun dalam jagat raya ini, hal itu

dapat dianggap sebagai keberuntungan yang

luar biasa”.


4




Bagaimana dengan molekul protein? Molekul

ini bisa terbentuk dari 50 hingga ribuan

asam amino yang saling terikat dengan

urutan yang sangat spesifik. Rata-rata,

protein dalam sel yang ”sederhana” mengandung

200 asam amino. Bahkan dalam selsel

seperti itu, ada ribuan jenis protein yang






Profesor Shapiro tidak percaya bahwa kehidupan diciptakan.




Ia percaya bahwa kehidupan muncul secara kebetulan

dengan suatu cara yang belum sepenuhnya dipahami.

Pada 2009, para ilmuwan di University of Manchester, Inggris,

melaporkan telah membuat beberapa nukleotida di laboratorium.

Tetapi, Shapiro menyatakan bahwa resep mereka

”sama sekali tidak memenuhi kriteria yang menurut saya masuk

akal untuk menghasilkan RNA”.




STANLEY MILLER, 1953




1 BAGAIMANA KEHIDUPAN BERMULA?



5




berbeda. Menurut perhitungan, peluang bagi

satu saja protein yang hanya mengandung

100 asam amino untuk bisa terbentuk secara

acak di bumi adalah sekitar satu berbanding

sejuta miliar.

Hubert P. Yockey, peneliti yang mendukung

ajaran evolusi, menandaskan kesulitannya.

Ia mengatakan,


”Mustahil kehidupan




berawal dari protein.”


5 RNA dibutuhkan untuk




membuat protein, tetapi protein terkait

dalam pembentukan RNA. Bagaimana seandainya,

sekalipun peluangnya luar biasa kecil,

protein maupun molekul RNA ternyata muncul

secara kebetulan di tempat yang sama dan

pada waktu yang sama? Seberapa besarkah

kemungkinan keduanya bekerja sama untuk

membentuk suatu jenis kehidupan yang bisa

bertahan hidup dan juga bereplikasi? ”Peluang

terjadinya hal ini secara kebetulan

(mengingat protein dan RNA dianggap bercampur

secara acak) tampaknya teramat sangat

kecil,” kata Dr. Carol Cleland, anggota

Institut Astrobiologi di Badan Antariksa AS

(NASA). ”Namun,” lanjutnya, ”kebanyakan

peneliti tampaknya berasumsi bahwa jika






Dr. Cleland tidak memercayai penciptaan. Ia percaya




bahwa kehidupan muncul secara kebetulan dengan suatu

cara yang belum sepenuhnya dipahami.




mereka bisa memahami bagaimana protein

dan RNA terbentuk secara independen dalam

kondisi alam zaman purba, koordinasi

di antara keduanya entah bagaimana akan

terjadi dengan sendirinya.” Mengenai berbagai

teori terkini tentang bagaimana bahan-bahan

dasar kehidupan ini bisa muncul secara

kebetulan, ia mengatakan, ”Tak ada satu

pun yang memberi kita penjelasan yang sangat

memuaskan tentang bagaimana hal ini

telah terjadi.”


6




Mengapa fakta-fakta ini penting?



Pikirkan




kesulitan para peneliti yang berpendapat bahwa

kehidupan muncul secara kebetulan. Mereka

telah menemukan beberapa asam amino

di meteorit yang juga terdapat dalam sel-sel

hidup. Melalui eksperimen yang dirancang

dan diatur dengan teliti dalam laboratorium,

mereka telah membuat molekul-molekul lain

yang lebih kompleks. Akhirnya, mereka berharap

bisa membuat semua bagian yang dibutuhkan

untuk menghasilkan sel yang ”sederhana”.

Situasi mereka bisa disamakan seperti

seorang ilmuwan yang mengambil unsur-unsur

di alam; mengubahnyamenjadi baja, plastik,

silikon, dan kabel; lalu membuat sebuah

robot. Kemudian, ia memprogram robot itu

agar bisa menggandakan diri. Lantas, apa

yang ia buktikan? Paling-paling bahwa pribadi

yang cerdas dapat menciptakan mesin

yang hebat.

Demikian pula, kalau pun para ilmuwan

akhirnya berhasil membuat sebuah sel, itu

memang prestasi yang luar biasa—etapi, apakah

mereka membuktikan bahwa sel dapat




Jika untuk menciptakan molekul yang

kompleks dalam laboratorium dibutuhkan

keahlian seorang ilmuwan, mungkinkah

molekul yang jauh lebih kompleks dalam sel

muncul secara kebetulan?




1

2

3




RNA


dibutuhkan untuk membuat protein





, tetapi protein terkait dalam pembentukan




RNA. Bagaimana mungkin salah satu muncul

secara kebetulan, apalagi dua-duanya?

Ribosom


˜akan dibahas di bagian 2.




6


ASAL MULA KEHIDUPAN




1 BAGAIMANA KEHIDUPAN BERMULA?



7




˛


Fakta: Semua riset ilmiah menunjukkan bahwa




kehidupan tidak bisa muncul dari benda mati.




Renungkan:



Apa dasar ilmiah untuk mengatakan




bahwa sel-pertama muncul dari zat-zat kimia yang

tidak bernyawa?




˛


Fakta: Di laboratorium, para peneliti telah menciptakan




kondisi lingkungan yang menurut mereka

merupakan kondisi pada awal sejarah bumi. Dalam

eksperimen ini, beberapa ilmuwan berhasil membuat

sebagian molekul yang ada dalam makhluk

hidup.




Renungkan:



Jika zat-zat kimia dalam eksperimen




itu menggambarkan lingkungan bumi zaman purba

dan molekul-molekul yang dihasilkan menggambarkan

bahan dasar kehidupan, lalu siapa atau apa

yang digambarkan oleh sang ilmuwan yang melakukan

eksperimen itu? Apakah ia menggambarkan

kebetulan semata atau pribadi yang cerdas?




˛


Fakta: Protein dan molekul RNA harus bekerja




sama agar sel bertahan hidup. Ilmuwan mengakui

bahwa kecil sekali kemungkinannya RNA terbentuk

secara kebetulan. Peluang terbentuknya bahkan

satu protein secara kebetulan luar biasa kecil. Jadi,

sungguh mustahil bahwa RNA dan protein bisa terbentuk

secara kebetulan di tempat yang sama,

pada waktu yang sama,


dan keduanya bisa bekerja




sama.




Renungkan:



Mana yang membutuhkan lebih banyak




iman—percaya bahwa jutaan bagian sel yang

terkoordinasi secara rumit muncul secara kebetulan

atau percaya bahwa sel adalah hasil dari pikiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar