"

Kamis, 25 Januari 2018

Bikin Terobosan, Ilmuwan China Berhasil Kloning 2 Ekor Monyet


Bikin Terobosan, Ilmuwan China Berhasil Kloning 2 Ekor Monyet
Sebuah penemuan selalu mencuri perhatian dunia. Setelah berhasil meluncurkan pesawat kargo antariksa pertama di tahun 2017, kali ini para ilmuwan di China berhasil mengkloning 2 ekor monyet.



Penemuan ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk primata

Bikin Terobosan, Ilmuwan China Berhasil Kloning 2 Ekor Monyetnytimes.com
Kisah Domba Dolly pasti sudah diketahui banyak orang. Dolly merupakan mamalia pertama yang berhasil dikloning dari sel dewasa, di Institut Roslin, Skotlandia, pada 5 Juli 1996. Dolly mampu bertahan selama 6 tahun sebelum akhirnya mati pada tanggal 14 Februari 2003.
Setelah kelahiran Dolly di tahun 1996, para ilmuwan berlomba-lomba untuk mencari cara mengkloning tikus, babi, anjing, kucing, sapi, dan lain-lain. Namun tidak ada yang menguji coba kepada primata.
Di tahun 2003, setelah para ilmuwan dari Universitas Pittssburgh menggunakan 716 sel telur dan gagal untuk menciptakan satu pun kloning, sehingga secara tidak langsung dapat ditafsirkan bahwa melakukan kloning pada primata tidak bisa menggunakan metode tersebut.

Namun anggapan tersebut keliru. Ilmuwan China berhasil mengkloning primata dengan metode yang sama dengan “Domba Dolly”
Bikin Terobosan, Ilmuwan China Berhasil Kloning 2 Ekor Monyettheatlantic.com

EDITORS' PICKS

Para ilmuwan China dari Chinese Academy of Sciences di Shanghai, berhasil mematahkan anggapan tersebut. Kini mereka memiliki monyet bernama “Zhongzhong” dan “Huahua” berhasil dikloning dengan menggunakan teknik yang sama seperti mengkloning domba dolly.
Zhongzhong dan Huahua dilahirkan dari sel janin yang dikembangbiakkan pada sebuah cawan petri. Hasilnya, monyet tersebut terlihat sangat identik. Sebelumnya para ilmuwan harus melewati berbagai kegagalan. Total mereka telah menggunakan 127 sel telur sebelum akhirnya menghasilkan 2 monyet yang hidup. Dalam melakukan percobaan, para ilmuwan telah berpedoman pada pedoman internasional untuk penelitian pada hewan yang dikeluarkan oleh US Institute National of Health.
Monyet-monyet tersebut kini diberi makan dengan menggunakan botol susu dan tumbuh dengan normal. Kedepannya, para ilmuwan berharap untuk bisa menghasilkan kloning lebih banyak lagi.

Akankah hal ini juga diuji coba pada manusia?

Bikin Terobosan, Ilmuwan China Berhasil Kloning 2 Ekor Monyet

huffingtonpost.com

Mu-Ming Poo, Direktur dari Institute of Neuroscience, menjelaskan bahwa ekperimen ini tidak bermasud untuk diterapkan kepada manusia. Dilansir dari The Atlantic, percobaan ini dilakukan justru untuk mempelajari penyakit manusia. Seperti misalnya percobaan yang pernah mereka lakukan di tahun 2016 dimana para ilmuwan menciptakan monyet dari mutasi gen MECP2, gen yang terkait dengan kelainan spektrum autisme. Hasilnya, monyet yang dimodifikasi dengan gen tersebut berputar-putar dan menghindari monyet-monyet yang lain.
Menurut Christopher Navara, ahli biologi dari University of Texas at San Francisco, kloning dan rekayasa genetik pada monyet sangat untuk penelitian beberapa penyakit, khususnya penyakit yang diderita anak-anak.
Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penemuan saintifik ini. Karena memang sudah seharusnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk kesejahteraan manusia.
sumber