Selasa, 23 Januari 2018

17 Kebiasaan Unik Yang Cuma Ada Di Indonesia

Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kebiasaan yang kita anggap normal sebagai orang Indonesia. Hampir semua penduduk Nusantara melakukannya, atau seenggaknya wajar saja ketika orang-orang di sekitar mereka melakukannya. Tapi gimana ya kalau orang-orang luar negeri menyaksikan kebiasaan kita sehari-hari?
Ini dia kebiasaan unik orang Indonesia yang sering dianggap aneh oleh para WNA!

1. Makan cabai rawit mentah-mentah

Cabai Rawit
Cabai Rawit via www.hargasumut.org
Kebanyakan dari kita orang Indonesia suka sekali makan cabai rawit secara langsung, khususnya kalau lagi makan gorengan ataupun lagi makan mie goreng. Di luar negeri cabai biasanya selalu diolah terlebih dahulu sebelum dimakan.

2. Makan pakai tangan

Makan pakai tangan
Makan pakai tangan via iamnofoodcritic.blogspot.com
Dari ujung ke ujung kepulauan Indonesia, hampir semuanya pada awalnya makan menggunakan tangan kosong. Ya, itu sebelum kultur makan menggunakan sendok berlaku disini. Makan dengan tangan memang memiliki tambahan kenikmatan tersendiri. Hal ini dianggap aneh oleh teman – teman bule kita yang biasanya sering makan menggunakan pisau, garpu dan sendok.

3. Rasanya belum makan, kalau belum makan nasi

Nasi dan lauk
Nasi dan lauk via humming-waltz.blogspot.com
Nasi bagi kebanyakan dari kita sudah menjadi makanan pokok sehari-hari. Memang, kita sering ngemil martabak, roti, spaghetti atau makanan apapun hingga kenyang. Tetapi kalau ditanya ‘udah makan belum?’ kita akan menjawab belum, tadi cuma makan roti belum makan (nasi)’!

4. Harus makan pakai sambal

Sambal tomat
Sambal tomat via phonghongbakes.blogspot.com
Mungkin tidak semua dari kamu, tetapi akuilah bahwa memang orang Indonesia akan kerepotan mencari cabai atau sambal setiap kali kalian makan bersama. Cabai memiliki rasa yang begitu pedas sehingga cukup mengherankan bagi teman-teman non-Indonesia kita ketika kita menginginkan cabai dengan penuh sukacita.

5. Menunjuk pakai jempol untuk bersikap sopan

Ayo kesana!
Ayo kesana! via sonces.blogspot.com
Orang luar negeri kebanyakan bertanya mengapa orang di Indonesia (khususnya Suku Jawa) memiliki kebiasaan menunjuk dengan jempol, bukannya jari telunjuk. Menurut mereka, hal ini cukup memusingkan karena arah yang ditunjuk dengan jari itu menjadi kurang jelas. Sedangkan menurut kita menunjuk dengan jempol dilakukan untuk memperlihatkan sikap yang sopan dengan lawan bicara.

6. Sakit ‘Masuk Angin’

sakit
sakit via g-codemagazine.com
Orang bule sering terheran-heran dengan penyakit yang sering kali melanda kita sebagai orang Indonesia, yaitu sakit ‘masuk angin’.Apa sih sebenarnya masuk angin itu?
Mereka terkadang juga segan dan bingung ketika diingatkan untuk menggunakan jaket pada malam hari. Bagi mereka, terpapar udara dingin itu udah biasa! Ujungnya, saran untuk memakai jaket supaya tidak masuk angin pun hanya berlaku bagi orang Indonesia aja.

7. Kerokan!

kerokan biar cepat sembuh
kerokan biar cepat sembuh via naturindo-fresh-temanggung.blogspot.com
Kerokan merupakan suatu bentuk penyembuhan yang mengerikan bagi orang luar negeri. Kayak bekas dicambuk, kali! Kalau orang Indonesia biasa dikerokin sebagai solusi masuk angin, menurut mereka itu hanyalah efek placebo saja.

8. Mandi sehari dua kali

Mandi dua kali sehari
Mandi dua kali sehari via www.sehataja.com
Gila, orang Indonesia memang super rajin dalam hal kebersihan. Dari kecil, kita selalu diajari mandi minimal dua kali sehari. Di Indonesia, suhu udara memang begitu panas dan tingkat kelembaban udaranya tinggi. Tubuh pun jadi gampang berkeringat dan kamu jadi riskan bau kalau nggak mandi.
Beda halnya dengan mereka yang dibesarkan di lingkungan yang bersuhu dingin. Mereka bisa cuma mandi sekali sehari, atau bahkan sekali seminggu!

9. Masih SD udah punya handphone

anak anak SD bermain handphone
anak anak SD bermain handphone via news.detik.com
Penggunaan teknologi oleh orang-orang Indonesia kadang sedikit berlebihan. Gimana nggak? Anak-anak sedari SD sudah punya HP sendiri. Kadang bukan cuma satu, tapi dua! Sementara, orang dewasa bisa punya sampai tiga ponsel yang berbeda.

10. Jarang memiliki nama keluarga

nama keluargamu siapa?
nama keluargamu siapa? via www.leniwijayanti.com
Hanya ada beberapa suku di Indonesia yang menggunakan nama belakang secara turun temurun, seperti Suku Batak atau Minahasa. Suku-suku yang lain biasanya sangat santai dalam memberikan nama anak. Satu keluarga Indonesia bisa punya nama belakang yang berbeda semua!

11. Salah kaprah tentang atheisme

ateis tidak sama dengan komunis
ateis tidak sama dengan komunis via www.blogoncherry.com
Ada banyak orang Indonesia yang begitu saja menganggap orang atheis dan komunis sama. Padahal asal kamu tahu, atheisme dan komunisme adalah aliran pemahaman yang berbeda: satu tentang ketuhanan, dan yang lain tentang ekonomi.  Tentu saja perilaku kita yang menyamakan keduanya akan membingungkan para Atheis yang berasal dari negara-negara liberal, seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat.

12. Sangat kepo dan sering tanya, ‘Udah punya pacar?’

kamu udah punya pacar?
kamu udah punya pacar? via www.funnyjunk.com
Wajah orang luar negeri — terutama mereka yang berkulit putih — sering kita pandang sebagai wajah yang ganteng dan cantik. Kebiasaan kita yang ceplas ceplos pun mendorong kita untuk bertanya pada mereka: ‘Kamu punya pacar?’
Padahal, pertanyaan macam ini bagi mereka tidak sopan dan tidak perlu ditanyakan. Apalagi kalau kamu belum kenal mereka benar-benar. Kalau memang mau kepo, kamu bisa tanyakan hal-hal yang lebih netral — seperti ‘darimana kamu berasal?’ ‘bagaimana rasanya tinggal di Indonesia?’ dan lain sebagainya.

13. Dimana ‘toilet paper’?

dimana toilet paper-nya?
dimana toilet paper-nya? via fenikurniati.wordpress.com
Kebiasaan kita cenderung sering menggunakan gayung dan air yang sangat banyak ketika kita selesai buang air di toilet. Nah bagi mereka hal ini sangat aneh, karena mereka selalu menggunakan toilet paper atau tisu toilet untukmembersihkan diri mereka. Dua- duanya adalah kebiasaan yang baik, cuma kalau kamu bertanya lebih bersih yang mana, yah, itu tergantung pada pribadi masing -masing.

14. Tinggal serumah bersama orang tua

tinggal serumah dengan orang tua
tinggal serumah dengan orang tua via www.therheeldaze.com
Bagi kita orang Indonesia, menjadi wajar ketika kita yang belum menikah untuk tinggal seruah dengan orang tua. Itu pun jika kondisinya tidak terpaksa sekali untuk merantau dan bekerja di luar kota. Nah bagi orang luar negeri hal ini cukup aneh, karena pada umumnya mereka yang sudah dianggap dewasa (yang berumur duapuluhan awal) akan merasa malu dan sudah sepantasnya tinggal di rumah sendiri untuk hidup mandiri, entah sudah menikah atau belum.

15. Angkutan publik suka ‘ngetem’

angkutan publik yang lagi ngetem
angkutan publik yang lagi ngetem via riamrtumimomor.blogspot.com
Kamu tau kan ngetem? Ngetem adalah momen dimana supir dari angkutan publik yang kita naiki memutuskan untuk menghentikan kendaraannya dalam waktu yang cukup lama untuk berharap bahwa nantinya akan ada tambahan orang yang menjadi penumpang. Nah, hal ini memang mengesalkan bagi kita semua, tetapi paling tidak kita sudah wajar terhadap hal ini. Lain halnya dengan orang dari negara maju yang biasa menggunakan angkutan publik yang tertib dan disiplin waktu.

16. Gunakan tangan kanan

gunakanlah tangan kanan
gunakanlah tangan kanan via parade.condenast.com
“Ayo adik, pakai tangan manisnya!” adalah ucapan yang sering kita dengar sewaktu kecil. Yap! Untuk memberikan barang atau salaman, kita terbiasa selalu menggunakan tangan kanan. Sepertinya itu sudah tertanam di alam bawah sadar kita, sampai kita merasa sedikit bersalah ketika lupa menggunakan tangan kanan.

17. Kesurupan

kesurupan
kesurupan via www.timlo.net
Kita sering mengaitkan kesurupan dengan hal-hal yang berbau mistis. Sedangkan orang luar negeri yang lebih rasional akan menganggap ini hanyalah sebuah mass hysteria, alias sebuah kelainan kondisi psikologis seseorang.

Nah, ternyata banyak ‘kan hal-hal yang kita anggap biasa untuk orang Indonesia namun sebenarnya unik ? Hey, jangan salah kira. Perbedaan itu tidak boleh jadi alasan untuk enggan berbaur dengan mereka yang bukan orang Indonesia. Yang paling penting, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar kita dan bisa mengerti bahwa di dunia ini orang diciptakan berbeda-beda.
Yuk, sama-sama hargai ragamnya perbedaan yang kita miliki!
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar