"

Kamis, 09 Oktober 2014

Apa Itu Waktu??



Apa itu waktu, betulkah waktu adalah dimensi ke empat, mengapa waktu searah dan sejalan dengan waktu entropi?

Beberapa minggu yang lalu, saya sedang berpikir tentang apa yang telah dipelajari di SMA dulu tentang teori Einstein bahwa waktu adalah dimensi ke-4 tidak lagi masuk akal logis saya. Jika waktu adalah sebuah dimensi 4, dan semua seluruh alam semesta akan ‘berjalan’ sepanjang garis waktu, yang berarti akan ada salinan tak terbatas dari seluruh alam semesta pada setiap jalur garis waktu tak terbatas.

Apa yang kita mendefinisikan tentang waktu selalu mengacu pada sebuah gerakan periodik seperti matahari, bulan, jam tangan, sampai jam atom. Dan jika kita sampai ke dalam gerakan atom terkecil, waktu tidak lain hanyalah persepsi kita terhadap semua gerakan materi. Dalam sudut pandang ini, saya ingat teori tentang unit ruang terkecil (Grainy space, by Maldacena).

Jika ekspansi alam semesta sejak Bing Bang akan menciptakan waktu, maka itu tidak berarti perluasan dari “ruang kosong”, tapi itu adalah perluasan tentang ruang dengan semua materi yang ada di dalamnya. Lalu kita bisa sampai pada definisi waktu bahwa “waktu adalah gerakan terkecil yang mungkin oleh semua materi dalam Grainy Space”. Ini bisa menjadi gerakan dari semua hal dari partikel sampai benda-benda angkasa. Karena jika waktu adalah unit dari gerakan partikel itu sendiri, maka akan dipahami bahwa dalam fisika partikel, waktu adalah sesuatu yang keluar dari sistem (karena sebelumnya waktu dipahami sebagai unit absolut) dan berbeda dengan apa yang terjadi di besar-besaran objek seperti planet, dll

Apa yang terjadi dalam teori relativitas umum?

Jika gravitasi di sekitar benda-benda angkasa akan memperlambat waktu, maka itu berarti gerakan partikel sebagai unit waktu akan dibatasi oleh gravitasi dengan cara melengkungkan ruang disekitarnya. Sebagai hasilnya, energi yang ‘dicuri’ akan menjadi energi potensial seperti apel yang jatuh. Karena gerakan partikel berhubungan dengan ruang dan energi dan tentu saja “harus ada mekanisme” yang memungkinkan satuan waktu (time unit) semakin lambat (berarti ruang / jarak telah berubah) di ruang ‘melengkung’ dan sebagian energinya diubah menjadi energi potensial. Saya tidak berbicara tentang mekanisme bagaimana gravitasi bekerja melengkungkan ruang, tapi saya hanya melihat korelasi antara gerakan ruang, energi dan partikel (sebagai satuan waktu) di ruang tersebut.

Hal ini dapat dipahami bahwa dalam lubang hitam, ruang melengkung begitu kuat maka ‘waktu setempat’ akan ‘berhenti’ di dalam singularitas lubang hitam (pusat) karena tidak ada ruang yang lebih untuk kebebasan partikel bergerak dalam sistem itu.

Dari sini,  ide tentang “unit waktu dalam grainy space” akan keluar definisi tentang ‘Waktu Lokal’ dan ‘Waktu Universal. Inilah yang kemudian dikenali Einstein tentang relatifitas waktu, waktu relatif terhadap pergerakan pengamat dan waktu relatif disekitar gravitasi yang berbeda.

Jika waktu adalah pergerakan terkecil materi, maka tidak heran jika waktu sejalan dengan waktu entropi yang hanya bergerak searah. Hal ini karena “kekacauan” adalah “pergerakan partikel” dan kekacauan adalah entropi itu sendiri. Mengapa waktu hanya searah? bisakah mengembalikan waktu? Jika hendak mengembalikan waktu ini berarti mengembalikan semua posisi partikel2 ke posisi semula, dalam hal ini energi dan ruang, susunan2 partikel dengan tepat sepertisemula yang dilakukan secara serempak di seluruh ALAM SEMESTA yang sepertinya sangat tidak mungkin. Seperti mengembalikan telur yang sudah pecah, nasi yang sudah menjadi bubur, api menjadi bahan bakar, reaksi kimia, proses penuaan, proses kehidupan, proses terbentuknya planet dan bintang, bahkan mengembangnya alam semesta!!

Apa yang bisa kontemplasi dari waktu yang bergerak searah ini? Ya anda benar!! BAHWA KEHIDUPAN INI PUNYA TUJUAN!! dan ini ilmiah. Hamparan kehidupan ini lebih punyai nilai spiritual dari pada sekedar sekumpulan teori2 fisika.

Jika seseorang bisa seenaknya kembali kemasa lalu maka dia akan dengan sangat mudah merubah kesalahan2nya dimasa lalu setelah tahu akibat2 yang dia rasakan di masa depan. Tapi sepertinya Tuhan tidak “bekerja” dengan cara itu. Tuhan ingin kita merasakan bagaimana perjuangan dan usaha untuk selalu memperbaiki diri dan amal perbuatan kita. Jangan lupa Tuhan juga maha pengampun.

sumber